cara finishing mebel jepara

cara finishing yang benar – Bagaimanakah tehnik finishing furniture jepara dengan hasil yang maksimal? Mari kita simak tehnik finishing furniture kayu jati yang baik di bawah ini ,jika kita bicara tentang furniture, pastinya seputar finishing jenis furniture kayu jati. maka kita akan langsung tersorot pada proses finising mebel jepara.

Finising furniture kayu jati khususnya mebel jepara yang banyak mengandung ukiran, biasanya membutukkan lebih dari 3 orang dengan berbagai posisi. orang-orang yang terlibat finishing furniture jati juga harus orang yang profesional dan tahu Tahap demi tahap finishing yang benar.jika hal itu bisa dilakukan hanya dengan dua orang saja jika sudah tahu dasar dan Tahap demi tahap finishing furniture kayu jati dengan benar dan mendasar. Dalam pengerjaan  finishing furniture terutama kayu jati, agar mendapatkan hasil yang maksimal maka harus memakai teknik dan cara finishing yang baik. proses cara finishing yang baik juga harus mengenali dan memilih   bahan finishing berkualitas agar furniture akan awet, dan yang akan digunakan untuk bahan finishing dan clear furniture itu sendiri. Dikarenakan bahan finishing atau bahan cat juga bisa mempengaruhi hasil akhir finishingnya nanti.
Berikut ini adalah bahan-bahan yang baik untuk digunakan sebagai bahan dasar finishing furniture khususnya mebel jepara’:

  • lem 2 komponen untuk penyerfisan,
  • sanding impra
  • Dempul kayu jati Luxor
  • Sending wood filler propan
  • Cat natural walnut ataupun brown impra
  • tiner NC
  • Melamik propan baik glossy ataupun doff.
industri mebel jepara hari ini

Berikut ini adalah tahap demi tahap proses dan cara finishing yang benar

Pada dasarnya cara finishing furniture sama dengan mengecat mobil ataupun tembok. kan tetapi dalam  Proses yang dilakukan untuk finishing furniture kayu jati agag sedikit lebih sederhana  sederhana, akan tetapi untuk melakukan proses finishing furniture khususnya mebel jepara kayu jati yang berukuran besar, dianjurkan untuk melakukannya ber sama teman atau rekan kita, dikarenakan untuk membolak-balik furniture tersebut akan sangat repot dilakukan sendiri jika cat atau finishing furniture tersebut masih dalam keadaan basah. Yang pertama proses pengamplasan kayu dengan amplas kayu ukuran 160 .setelah halus kayu kemudian dilapisi sanding filler wood gunanya untuk menutupi pori kayu jati tersebut. Seteleha kering proses selanjutnya adalah poroses dempul.setelah itu pastikan filler dan dempul sudah benar-benar kering kemudian amplas lagi dengan amplas 180 hingga merata. Kemudian proses penyemprotan atau pewarnaan kayu.Untuk mendapatkan hasil finishing yang baik juga membutuhkan konsentrasi dalam proses penyemprotannya, karena kebanyakan proses penyemprotan furniture kayu jati yang berwarna natural harus mengikuti serat kayu dan tidak berlawanan dengan serat kayu tersebut, agar hasil finishing yang didapatkan menghilangkan kesan serat kayu jati pada furniture tersebut,

Cleareng atau proses top up

Proses ini juga bisa dikatakan proses yang menentukan hasil akhir, dikarenakan proses top up adalah proses memberi lapisan anti gores pada furniture tersebut dan tahapan mendapatkan hasil ahir. Sebaiknya jika melakukan proses top up atau melamic ini harus dilakukan dengan furniture yang terletak pada posisi datar, agar bahan top-up tersebut tidak lumer ke bawah, atau ke samping, dikarenakan kebanyakan bahan top up atau clear ini biasanya bersifat sangat cair. Setelah itu tunggu beberapa menit hingga melamik kering, kemudian Anda bisa melihat hasil akhirnya. Bagaimanakah penjelasan langkah-langkah proses finishing furniture di atas?  Apakah membantu? Saya harap penjelasan dan ulasan di atas dapat membantu anda yang sedang mencari cara finishing furniture dengan tahapan-tahapan dan bahan-bahan yang benar.